Monday, March 30, 2009

WHEN TIME IN ME

My soul ask for help
it find its happines
whenever it find the spouse
Resist not to its desire

Everything else will be out of the blue
Because my spirit shout for unknown
and the echo to the very nite of my fear
and the morning of peace come
in the way no body never understand

peace to all

Saturday, March 21, 2009

MASA LALU PADA HARI INI


Kita mengira sapaan daun tadi siang
hanya fenomena keindahan jalan
Atau pengemis yang menyapa di jalan
sekedar ganguan langkah kita

Mereka akan menjadi kenangan
di tengah renungan malam dan pagi kita

Senarai nyanyi dedaunan menulis bait di hati kita
Begitu juga senyum pengemis sesudah tanganmu terulur
membuat malam malam menjadi lelap tidur kita
karena kita tau ada mereka yang bersyukur

Karena Tuhan telah menciptakan kita
dari masa lalu untuk hari ini
Saat tangan dan kakimu siap mengubah
Rintihan menjadi senyum yang manis sekali

Friday, March 20, 2009

Ketika Waktu Berhias Lamunan


Waktuku tinggal sedikit
bahkan hampir tiada lagi
Tetapi begitu banyak hal menghampiri
Berebut menelanku

Aku adalah lamunan yang berkejaran
satu sama lain tak pernah menyentuh
dan ketika waktunya tiba
Aku akan melihat tawa menggenggamku erat

Bukan aku lagi,
tapi Roh di dadaku yang membawaku
Ke tempat tak seorang lain mau mendatangi
memasuki dunia asing yang membawaku mengerti

Aku tinggalkan lamunan
Dan aku tahu duniaku sejatinya lain
Dunia yang memberiku terang
Ke tempat aku harus menuju


Erwin - Manila

Wednesday, March 18, 2009

Tuhan Bertanya


Tanyanya jelas dan singkat:
Setelah berada di puncak,
ke mana lagi engkau akan menuju?

Tuesday, March 17, 2009

When Tomorrow Comes...


I will never forget the past
as my soul was left behind many love chains
I will remember to give thanks
as I experience laugh and cry
Which make me grew in many sparkling days

I will greet the coming days
because I know it blesses my piece of life
Which will type my biography
if I never see my bag full with stories

I will not see today and yesterday anymore
but I will receive the answers of my prayers
Many days behind my back
But I only see the light from my front

What should I do?
I never know
But the beat in my heart knows better

Erwin MSF

Monday, March 16, 2009

Sahabatku Di Ujung Laut


Menapaki hari hari dengan lagi adalah kenikmatan
Menjaring kepingan kisah adalah obat kehidupan
Serasa waktu terlalu cepat berlari di depan
dan aku ingin tetap tinggal di garis laut masa lalu

Ketika bersama tiada lagi
Ketika matahariku dan mataharimu berlainan kala
Aku tau kita masih menikmati matahari yang sama
Karena dulu kita merasainya dalam kala seiring

Tempatmu di ujung laut adalah seruan
Bagiku untuk terus meneriakkan doa buatmu
Sahabatku adalah malam dan senja
Tetapi mengingatmu serasa pagi di pelupuk mata

Terima kasih pernah mengisi masa berjuangku
Tak terhingga kutemukan lagi masa mudaku
Dan kulihat sinar bahagia di matamu
Aku tau..engkau tetap sahabatku yang dulu

Di langit yang sama kita menikmati hari ini

Sunday, March 15, 2009

Gerejaku Kosong


Ke mana perginya orang orang itu
yang kemarin menangis di depan kaki-Ku
yang kemarin meraung raung minta ampun
dan meneteskan airmata dengan ikrar di dadanya?

Mengapa bangku-bangku Gereja-Ku kosong?
Tinggal beberapa anak anak bermain di dalamnya
dan Koster mengusirnya pergi karena ramai riangnya?
Aku menantikan mereka datang tiap hari

Ketika kalian berbisik-bisik dalam Rumah-Ku
Aku tau kalian tidak lagi menikmati
Waktu kalian mendorong anak-anak keluar
Aku tau kalian tidak mengerti kata kataku

Dahulu umatku tiada beratap
Dan mereka menikmati terik matahari
yang menanam dan menumbuhkan benih iman
tanpa rasa panas di hati mereka

Sekarang Rumahku telah berdiri megah
tetapi tiada lagi orang menengadah di salibku
sekedar ingin menatap dan menyapaku ramah
Kalian sungguh tiada lagi

Adakah aku sekedar layak ditemui
kalau masalah hidup tak lagi tertahan?
Bukankah sebagai sahabat
aku juga ingin mendengar cerita bahagiamu?

Kosongnya Gerejaku
membuat gambar dan salib salibku tiada makna
Karena kalian telah terbuta oleh seru dunia
Yang membawa kalian pergi dari Rumah-Ku

Aku yang merindukanmu..

Saturday, March 14, 2009

Masa Diam yang Bergerak


Dalam kebanggaan iman, kita bilang sudah mendekati Tuhan
Dalam keawaman, kita merasa Tuhan juga tengah mendekat
Tetapi dalam cahaya matahari, kita tau
Kita tidak berbuat apa apa untuk-Nya

Apalah arti sebuah jadwal makan?
Apalah arti menunda santapan lezat
Kalau besok masih ada dan lebih banyak lagi?
Kita mungkin tengah mereka iman

Lima roti dan dua ikan telah mencengangkan
Tetapi yang tercengang bukan mata mereka saja
Perut mereka pun bersorak menyaksikan
Banyak orang rela berbagi karena berpesta Iman bersama-Nya

Apakah kita pantas merayakan,
Kalau persiapan hati saja tidak sempat menunda saat berdoa
Bukankah aku berada dalam kebingungan
Waktu dua ikan ditambah satu telur berharga lebih dari biasa?

Di atas salib, dulu, Tuhan kita pernah mengampuni semua
Dia sadar betul, Dia perlu berada di sana lebih lama
supaya pengampunan tetap tersedia
Tentu bukan untuk melestarikannya bagi kita

Masa penuh kerahiman
Datanglah dengan berjingkat
Karena aku malu melihat wajah-Nya
dan wajahku sendiri yang penuh muslihat

Aku akan berhenti berpikir
Aku akan mulai melihat siapa sesamaku
dan mengejar mereka yang membutuhkan aku
di sekitar tempat terdekatku

Aku akan melihat
Yesusku tersenyum padaku
sebelum Ia sungguh sungguh yakin
Pengorbanan-Nya tidak sia sia belaka..

Sunday, March 8, 2009

Menolongmu


Aku bisa menolongmu
Asalkan kamu membuka hatimu
untuk menolong dirimu sendiri
Aku dapat mengulurkan tanganku
Tetapi tangan terdekat adalah tanganmu sendiri
Kalau kamu menangis
Aku bisa memberimu sapu tanganku
Tetapi ketahuilah, airmata itu ada dalam dirimu
Datanglah setiap waktu padaku
karena aku sahabatmu
Yang akan menolongmu
Menemukan dirimu sendiri
Sementara kita bisa berjalan bersama

Monday, March 2, 2009

TEMAN DI KACA BENING


Aku melihat wajah temanku
Ada kepedihan yang disimpan di sana
Tubuh yang tak sempurna
Senyum yang tak cantik
dan canggung yang menyiksa
Temannya hanyalah kaca
bening sebening pengetahuannya
Ia tau kalau ia menderita
Tetapi ia tak ingin siapapun menikmatinya
Ah..beningnya...
dan ia pulang
dengan mata bertanya

Sunday, March 1, 2009

Menjadi Terpelajar


Melihat banyak orang yang menderita
Sadarlah kita..
Betapa kebodohan telah menjadi sebab
dari ketidakadilan alami ini
Jadilah terpelajar
Supaya tahu bagaimana bersikap adil
pada kepapaan di sekitar kita