
Dalam kebanggaan iman, kita bilang sudah mendekati Tuhan
Dalam keawaman, kita merasa Tuhan juga tengah mendekat
Tetapi dalam cahaya matahari, kita tau
Kita tidak berbuat apa apa untuk-Nya
Apalah arti sebuah jadwal makan?
Apalah arti menunda santapan lezat
Kalau besok masih ada dan lebih banyak lagi?
Kita mungkin tengah mereka iman
Lima roti dan dua ikan telah mencengangkan
Tetapi yang tercengang bukan mata mereka saja
Perut mereka pun bersorak menyaksikan
Banyak orang rela berbagi karena berpesta Iman bersama-Nya
Apakah kita pantas merayakan,
Kalau persiapan hati saja tidak sempat menunda saat berdoa
Bukankah aku berada dalam kebingungan
Waktu dua ikan ditambah satu telur berharga lebih dari biasa?
Di atas salib, dulu, Tuhan kita pernah mengampuni semua
Dia sadar betul, Dia perlu berada di sana lebih lama
supaya pengampunan tetap tersedia
Tentu bukan untuk melestarikannya bagi kita
Masa penuh kerahiman
Datanglah dengan berjingkat
Karena aku malu melihat wajah-Nya
dan wajahku sendiri yang penuh muslihat
Aku akan berhenti berpikir
Aku akan mulai melihat siapa sesamaku
dan mengejar mereka yang membutuhkan aku
di sekitar tempat terdekatku
Aku akan melihat
Yesusku tersenyum padaku
sebelum Ia sungguh sungguh yakin
Pengorbanan-Nya tidak sia sia belaka..
No comments:
Post a Comment