Saturday, February 21, 2009


MAU JADI KONSELOR YANG BAIK?

Jika Anda mau menjadi konselor yang baik maka beberapa hal yang penting perlu diperhatikan adalah ini:
# Tahu kapan berbicara dengan empati dan simpati
# Lebih tau kapan harus berhenti berbicara dan mendengarkan
# Tau kapan tersenyum atau menangis bersama
# Lebih tau bagaimana mengetahui, mengingat, dan menangkap pesan khusus dari orang yang kita layani
# Mengerti arti kata mendengar
# Lebih memahami arti kata mendengarkan
# Tahu bahwa setiap orang berbeda dan unik
# Mutlak perlu tahu, siapa yang saat ini sedang kulayani
# Mengerti bahwa semua penderitaan membutuhkan pertolongan
# Harus tahu lebih lagi bahwa pemecahan masalah ada dalam diri orang yang kita layani
# Penuh kepercayaan diri memberikan bantuan
# Konselor yang baik tahu kapan harus berhenti dan mengarahkan bantuan pada orang lain karena keterbatasannya.

KE MANA AKU WAKTU GELISAH?


Tuhan pernah bertanya padaku
Ke mana engkau pergi waktu keras berpikir?
Di mana engkau tinggal waktu kegelisahan menemani?
Di pintu mana tangismu berhenti?
Kunci apa yang engkau pakai untuk membuka kelegaan?
Dia bertanya banyak hal
Dan aku tetap diam
mengenang semua jawaban yang berada di tempat lain..
Maafkan aku Tuhan
Waktu itu aku tidak melihatmu di sekitarku.
Dan sang malu membawaku pergi merenung..
ke tempat yang lebih pasti, bersamaNya

Thursday, February 19, 2009

Berhenti Dulu Sejenak


Kadang kadang, bersikap sederhana dan tak tahu
lebih menyenangkan daripada melihat banyak hal yang memikat
Aku ingin melepas pakaian tanda kehadiranku
dan dengan apa adanya menekuni kursi tempatku mendengarkan
Aku letih ketika tiada lagi kursi bagiku di belakang
Sebab tempatku ada di bagian depan pengadilan
ketika semua orang melihatku penuh harap dan menilai
Seekor kerbau tidak akan menyembunyikan kelabunya
seperti juga katak tidak dapat meriap terus menerus
Aku memimpi menjadi apa adaku
Bahwa ada saatnya aku juga tidak punya apa apa
Aku hanyalah dian,
yang bernyala ketika orang membutuhkan cahaya
Sampai suatu saat, aku harus meredup
ketika minyak hidupku menjadi letih memanasi langit kamar
Aku harus sendiri dulu dengan renungan panjang
Menekuni kegiranganku waktu Tuanku membasuh letihku
dengan lengan-Nya yang menguatkan
sesaat sesudahnya,
barulah aku tersenyum menarikan cahaya nyalaku
Untuk siapa saja yang merindu usapan yang sama Tuanku
di atas kaki dian yang berdiri teguh

Tuesday, February 17, 2009

Semua yang melintas adalah keindahan kiniku


Saat berjalan aku tidak melihat kaki,
tetapi melihat banyak yang melintasi
Saat merenung, aku tidak melihat hati,
tetapi melihat hari hari yang menyapaku dengan ceritanya
Ketika Sapaan itu datang, aku tidak melihat wajah-Nya
tetapi aku melihat wajahku yang terpesona
Siapa aku ini boleh mendengar suara Sahabatku?

Erwin

BUKAN AKU, MEREKA MENANGKAPNYA




Keindahan kita bukan terletak pada apa yang kita dapat perlihatkan pada orang lain, melainkan apa yang mereka temukan dalam diri mereka ketika berjumpa dan membawa kesannya yang baik dan membahagiakan untuk sepanjang waktu sesudahnya.

Erwin -Manila