Sunday, July 5, 2009

PAGI MERINDUKAN MALAM


Sang pagi memanggil malam
ketika ia menjerit karena sendirian
Embun yang membasah tak lagi dapat mendinginkan
Matahari tak mampu menghangatkan hatinya
Yang ia tau malam menjadi saat mimpinya berbunga

Sang pagi tak tahu bahwa hatinya galau
Ia menantikan malam karena rindu
Ia tahu tak akan pernah sang malam datang
karena mimpinya terlalu jauh dari tilamnya
Langit pun tak mau menjadi saksi tidurnya

Sang malam datang menjelang dan menjemput rindunya
Sang pagi tak lagi menemukan dirinya
Ia hanya tau mimpinya sungguh tak pernah datang
Rembulan dan bintang tak lagi menghias harapannya
Ia tinggal sendiri bersama pagi sepinya

Ia tahu angin pagi telah meninggalkan luka
Ketika doa doa fajar tidak memanggilnya berlutut
Ia tahu hatinya galau karena sendiri menggodanya pergi
Sekarang ia benar benar sendiri ditinggal sang malam
Dingin dan beku memanggil kerinduannya pada Sang Cahaya

Selamat datang malam malam siang
Selamat datang keheningan ramai
Dan selamat datang hari hari malam penuh syukur
Karena semua hanyalah satu rangkaian keindahan
Bukan mimpi tanpa arti



Taft, July 6 2009